BIMA, OBOR BIMA ID — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ncandi, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan desa. Di tengah persaingan empat kandidat, Idham H. Muh. Tahir hadir dengan membawa semangat pengabdian, pengalaman pemerintahan desa, serta komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Mbojo.
Idham yang memperoleh nomor urut 3 dengan identitas warna kuning menempatkan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sebagai prinsip penting dalam kepemimpinan. Baginya, membangun desa bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menghadirkan pemerintahan yang terbuka, adil, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat.
Falsafah Mbojo, Pedoman dalam Kepemimpinan
Dalam perjalanan pencalonannya, Idham mengangkat falsafah lokal yang berbunyi:
“Karawi Ra Kau Kai Dengga Ra Kanta Kai, Renta Ba Rera Kapoda Ba Ade.”
Ungkapan tersebut menjadi bagian dari pesan moral tentang pentingnya menjaga integritas, mematuhi aturan, serta menyelaraskan perkataan dengan tindakan.
Nilai-nilai kearifan lokal itu mengandung pesan bahwa seorang pemimpin harus mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan tidak menjadikan jabatan sebagai kepentingan pribadi. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kerja nyata, bukan semata-mata melalui janji saat pencalonan.
Bagi Idham, falsafah Mbojo bukan sekadar warisan budaya, melainkan nilai yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan desa.
Ia berharap nilai tersebut dapat menjadi fondasi dalam mendorong tata kelola pemerintahan Desa Ncandi yang lebih transparan, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan warga.
Pengalaman Menjadi Bekal Mengabdi
Pengalaman Idham sebagai mantan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi salah satu modal dalam memahami tata kelola pemerintahan desa, regulasi, fungsi pengawasan, serta pentingnya memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Pengalaman tersebut memberinya gambaran mengenai tantangan yang dihadapi pemerintah desa dalam menjalankan pembangunan dan memberikan pelayanan kepada warga.
Dengan bekal itu, Idham menaruh perhatian pada pentingnya mempertahankan hal-hal positif yang telah berjalan sekaligus melakukan perbaikan terhadap berbagai aspek yang masih membutuhkan pembenahan.
Harapannya, pemerintahan desa ke depan dapat semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mengedepankan keterbukaan, dan memastikan pembangunan memberikan manfaat yang merata.
Perbedaan Pilihan Jangan Memutus Persaudaraan
Selain membawa pesan tentang integritas, Idham juga menekankan pentingnya menjaga kedamaian selama proses Pilkades Ncandi 2026 berlangsung.
Persaingan antarkandidat merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan pilihan hendaknya tidak menjadi alasan untuk merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang telah terjalin di tengah masyarakat.
Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi secara dewasa, menghormati pilihan masing-masing, serta menjaga keamanan dan ketertiban hingga seluruh tahapan Pilkades selesai.
Pemimpin yang terpilih nantinya juga diharapkan mampu merangkul semua kalangan tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik. Sebab, kemajuan desa membutuhkan kebersamaan dan dukungan seluruh masyarakat.
Nomor 3, Semangat Menuju Ncandi yang Lebih Baik
Dengan nomor urut 3 dan warna kuning sebagai identitas pencalonan, Idham H. Muh. Tahir membawa harapan untuk berkontribusi bagi kemajuan Desa Ncandi.
Pilkades 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin berdasarkan pertimbangan yang matang, rekam pengalaman, gagasan, serta komitmen setiap kandidat.
Pada akhirnya, keberhasilan demokrasi tidak hanya diukur dari hasil pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga proses yang jujur, aman, damai, dan bermartabat.
Bagi Idham, falsafah Mbojo, integritas, dan persaudaraan merupakan nilai penting yang harus terus dijaga dalam perjalanan membangun desa. Dengan semangat tersebut, Desa Ncandi diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang lebih mandiri, religius, transparan, dan sejahtera.
#OB.002#
