KOTA BIMA.OBORBIMA.ID — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima kembali memperkuat kapasitas tenaga lini lapangan sebagai ujung tombak pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Penguatan tersebut dilakukan melalui Pertemuan Peningkatan Kapasitas Tenaga Lini Lapangan, yang diikuti oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) serta unsur pendukung di tingkat lapangan.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan petugas dalam memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), melakukan pendampingan keluarga, menggerakkan masyarakat serta membangun koordinasi dengan kader dan lintas sektor.
Kepala DPPKB Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, SP., MM., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga lapangan harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, tenaga lini lapangan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
“Tenaga lini lapangan harus mampu mengidentifikasi permasalahan keluarga dan memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan sasaran,” ujar Ichwanul.
Ia menjelaskan, keberhasilan program tidak cukup hanya dengan penyampaian informasi. Petugas juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga edukasi dan pendampingan dapat diterima masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan penguatan yang selama ini dilakukan DPPKB Kota Bima, termasuk pembekalan teknik penyuluhan, komunikasi persuasif, pendampingan keluarga berisiko stunting serta pemanfaatan data keluarga dalam menentukan sasaran intervensi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai strategi KIE, komunikasi interpersonal, penggerakan masyarakat, pendampingan keluarga berisiko stunting, pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas, pencatatan dan pelaporan serta pemanfaatan data untuk mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana.
Diskusi dan berbagi pengalaman juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Para tenaga lini lapangan dapat membahas berbagai persoalan yang dihadapi ketika berhadapan langsung dengan masyarakat, sekaligus mencari langkah penyelesaian yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Ichwanul menekankan bahwa tenaga lini lapangan harus mampu menjadi penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan nyata keluarga di masyarakat.
“Kita ingin para tenaga lini lapangan memiliki kemampuan yang semakin baik, sehingga mampu memberikan edukasi, pendampingan dan pelayanan yang tepat kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas juga harus diikuti dengan peningkatan kemampuan membaca dan menggunakan data. Dengan data yang akurat, petugas dapat menentukan sasaran pendampingan secara lebih tepat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan perhatian dan intervensi.
DPPKB Kota Bima juga terus mendorong sinergi antara PKB/PLKB, kader, pemerintah kelurahan dan kecamatan, fasilitas kesehatan serta lintas sektor. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Bangga Kencana sekaligus upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
“Yang paling penting adalah bagaimana tenaga kita di lapangan bisa bekerja dengan baik, membangun komunikasi dengan masyarakat dan memastikan program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga,” ungkap Ichwanul.
Dengan penguatan kapasitas yang dilakukan secara berkelanjutan, DPPKB Kota Bima berharap tenaga lini lapangan semakin profesional, adaptif dan responsif terhadap persoalan keluarga.
Ke depan, tenaga lini lapangan diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai edukator, fasilitator, penggerak dan pendamping keluarga, sehingga Program Bangga Kencana dapat berjalan semakin efektif hingga tingkat masyarakat.
