BIMA.OBORBIMA.ID — Kerusakan sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Bima kembali menuai sorotan. Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera mengambil langkah konkret memperbaiki jalan yang kondisinya dinilai sudah sangat memprihatinkan.
Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi perhatian di antaranya berada di wilayah Soromandi, Ambalawi-Wera, Monta dan sejumlah titik lainnya. Kerusakan terlihat mulai dari badan jalan berlubang, permukaan bergelombang hingga sejumlah bagian jalan yang mengalami penurunan.
Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Sebab, ruas-ruas tersebut merupakan jalur penting yang setiap hari digunakan warga untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, berdagang maupun menjalankan aktivitas lainnya.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima, Dr. Hajairin, S.H., M.H., meminta Pemprov NTB berlaku adil dan proporsional dalam mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan Provinsi NTB.
Menurutnya, perbaikan jalan harus menjadi perhatian serius, terlebih memasuki musim hujan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin parah dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Jalan ini digunakan setiap hari oleh masyarakat. Kami berharap Pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan karena kondisinya semakin memprihatinkan, apalagi sebentar lagi memasuki musim hujan,” tegas Hajairin, Senin (31/8/2026).
Ia menegaskan, persoalan jalan rusak bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara. Infrastruktur jalan yang buruk juga berdampak langsung terhadap mobilitas, perekonomian dan keselamatan masyarakat.
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima, lanjutnya, tidak menginginkan pemerintah hanya melakukan penanganan sementara dengan menambal sejumlah lubang.
Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dengan kualitas pekerjaan yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kami bukan hanya meminta jalan ditambal. Kami berharap ada perbaikan yang benar-benar berkualitas dan tahan lama,” ujarnya.
Hajairin juga meminta Pemprov NTB memberikan kejelasan terkait rencana penganggaran perbaikan ruas jalan tersebut melalui APBD Perubahan.
Ia memperingatkan, apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan langkah nyata dari pemerintah, Pemuda Muhammadiyah bersama masyarakat berencana melakukan aksi protes dengan memboikot sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan parah.
“Kalau tidak ada kejelasan melalui APBD Perubahan Provinsi NTB, jangan salahkan kami jika masyarakat mengambil langkah untuk memboikot beberapa titik jalan yang rusak parah,” pungkasnya.
Pemuda Muhammadiyah berharap pemerintah tidak menunggu kondisi jalan semakin rusak dan korban berjatuhan. Menurut mereka, perbaikan infrastruktur harus dilakukan sebelum musim hujan agar akses masyarakat tetap aman dan aktivitas ekonomi warga tidak terganggu.
#OB.005#
