KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Rencana pembangunan terminal baru di Kota Bima untuk sementara harus ditunda. Kementerian Perhubungan mengubah skema pembangunan karena terkendala persyaratan penyediaan lahan seluas dua hektare yang dinilai sulit dipenuhi di wilayah Kota Bima.
Anggota Komisi V DPR RI, H. Mori Hanafi, SE, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pembahasan bersama pemerintah pusat. Sebagai alternatif, Kementerian Perhubungan memilih mengembangkan Terminal Dara yang telah ada agar mampu memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik.
“Konsep awalnya memang membangun terminal baru. Namun Kementerian Perhubungan mensyaratkan ketersediaan lahan dua hektare. Karena kondisi Kota Bima tidak memungkinkan, akhirnya diputuskan untuk melakukan pengembangan Terminal Dara,” ujar Mori saat ditemui di Kantor KSOP Bima, Jumat (31/7).
Untuk merealisasikan pengembangan tersebut, pemerintah pusat telah menerima usulan kebutuhan anggaran sekitar Rp35 miliar. Mori memastikan dirinya akan mengawal usulan tersebut agar masuk dalam pembahasan APBN Tahun Anggaran 2027.
“Insyaallah kami akan memperjuangkan agar anggaran sebesar Rp35 miliar dapat diakomodasi dalam APBN 2027. Harapannya, pembangunan bisa segera dilaksanakan sehingga masyarakat memperoleh fasilitas terminal yang lebih layak,” katanya.
Menurut Mori, pengembangan Terminal Dara merupakan langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas transportasi darat di wilayah Bima dan sekitarnya.
Terminal tersebut nantinya akan menjadi pusat pelayanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP), termasuk armada dari Pulau Jawa yang memiliki jaringan trayek langsung menuju berbagai daerah.
Ia menilai meningkatnya konektivitas transportasi akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan di sekitar kawasan terminal agar tidak menimbulkan kemacetan.
“Kalau aktivitas terminal semakin besar, tentu lalu lintas kendaraan juga akan meningkat. Karena itu, penataan kawasan dan infrastruktur pendukung harus dipersiapkan sejak awal agar pelayanan transportasi tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Mori berharap pengembangan Terminal Dara dapat menjadi solusi terbaik di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki Kota Bima. Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, fasilitas terminal diharapkan semakin representatif, nyaman, dan mampu menunjang kebutuhan transportasi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
#OB.002#
