KOTA BIMA.OBORBIMA.ID – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Rasanae Barat kembali menjadi sorotan. Sejumlah orang tua peserta menduga praktik memasukkan peserta dari luar kelurahan, bahkan di luar Kecamatan Rasanae Barat, masih terjadi dan dikhawatirkan kembali terulang pada pelaksanaan MTQ tahun ini.
Salah seorang orang tua peserta, Syahrul Ramadhan mengaku kecewa karena dugaan praktik tersebut dinilai telah merampas kesempatan putra-putri asli kelurahan yang selama ini dibina untuk mengikuti MTQ.
Menurutnya, aturan telah mengharuskan peserta cabang Tartil maupun golongan anak-anak berasal dari kelurahan yang diwakili. Namun, ia menduga masih ada oknum di kepanitiaan, khususnya seksi musabaqah maupun dewan hakim, yang meloloskan peserta dari luar wilayah.
“Anak-anak kami berlatih berbulan-bulan. Tetapi ketika perlombaan, justru muncul peserta yang diduga bukan berasal dari kelurahan yang diwakilinya. Kalau ini terus dibiarkan, pembinaan di tingkat kelurahan menjadi sia-sia,” tegasnya.
Ustadz Syahrul mendesak Pemerintah Kota Bima bersama LPTQ Kota Bima segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur secara tegas persyaratan peserta, mekanisme verifikasi administrasi, hingga sanksi bagi pihak yang terbukti melanggar.
Ia berharap MTQ tahun ini benar-benar menjadi ajang yang bersih, jujur, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Kami tidak ingin lagi mendengar adanya dugaan peserta titipan. Biarkan anak-anak yang memang dibina di kelurahannya sendiri tampil membawa nama daerahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Rasanae Barat, Idham, SH, mengatakan pihaknya telah melakukan pembenahan dengan merombak struktur LPTQ tingkat kecamatan.
Usai rapat pembentukan panitia MTQ di Kelurahan Pane, Rabu (29/7), Idham menegaskan bahwa persoalan dugaan kecurangan menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan.
“Ini menjadi atensi kami. Kami sudah memberikan arahan kepada pengurus LPTQ agar pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Rasanae Barat berlangsung jujur, profesional, dan bersih dari praktik-praktik yang melanggar aturan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh panitia, dewan hakim, dan peserta menjaga integritas sehingga MTQ benar-benar menjadi ajang syiar Islam sekaligus pembinaan generasi Qurani.
