Wagub Dinda Luncurkan PP3S, Perkuat Gerakan Bersama Percepat Penurunan Stunting di NTB

Pemerintahan199 Dilihat

LOMBOK TIMUR.OBORBIMA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB (PP3S) yang dirangkaikan dengan kegiatan Pasar Rakyat di Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (2/7).

Peluncuran program tersebut dipimpin Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, didampingi Wakil Bupati Lombok Timur, Mohammad Edwin Hadiwijaya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, serta dihadiri jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten, pemerintah kecamatan dan desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan, hingga berbagai unsur masyarakat.

Program PP3S menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Melalui pendekatan kolaboratif, seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga didorong berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri SE, M.IP mengatakan bahwa Kabupaten Lombok Timur memiliki tantangan yang cukup besar karena jumlah penduduknya telah melampaui satu juta jiwa. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya kebutuhan pelayanan dasar, termasuk penanganan kemiskinan dan stunting.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan prevalensi stunting tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga memerlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama tempat anak tumbuh dan berkembang.

“Kita hadir hari ini bukan sekadar meluncurkan sebuah program, tetapi untuk membangun kepedulian bersama. Penurunan stunting tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk generasi yang sehat,” ujar Wagub.

Ia menegaskan, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum pasangan memasuki jenjang pernikahan. Edukasi kesehatan reproduksi, kesiapan calon orang tua, pemenuhan gizi bagi calon ibu, hingga penerapan pola asuh yang baik menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Wagub juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menekan angka stunting.

Melalui Program Desa Berdaya, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong penguatan ekonomi keluarga agar mampu memenuhi kebutuhan gizi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia berharap Desa Lendang Nangka Utara dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani persoalan stunting sekaligus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah desa didorong untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan, khususnya nanas, melalui inovasi produk olahan yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menjelaskan bahwa Program PP3S disusun melalui proses yang panjang dengan mengedepankan intervensi yang dilakukan secara serentak, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, hasil pendampingan yang dilakukan TP PKK di berbagai desa menunjukkan bahwa penyebab stunting tidak hanya dipengaruhi faktor kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan pola pengasuhan, kebiasaan makan, sanitasi lingkungan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

“Di lapangan kami menemukan persoalan pola asuh, kebiasaan konsumsi makanan instan, sanitasi, hingga pola pengasuhan keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu, solusi yang diberikan juga harus sesuai dengan kondisi setiap keluarga,” jelasnya.

Karena itu, TP PKK Provinsi NTB terus mendorong pendekatan yang lebih komprehensif dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat dalam memberikan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.

Melalui peluncuran PP3S ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas intervensi, dan membangun kepedulian masyarakat demi mewujudkan generasi NTB yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *