Tumor Mata Ganas Membesar, Titis Tiana Hanya Bisa Terbaring Tanpa Biaya Berobat

Headline25 Dilihat

BIMA.OBORBIMA.ID  – Seorang warga Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Titis Tiana (38), tengah berjuang melawan penyakit tumor mata ganas yang kian hari semakin memburuk. Kondisi tersebut membuatnya hanya bisa terbaring lemah di rumah karena keterbatasan biaya pengobatan.

Berdasarkan keterangan keluarga, penyakit yang diderita Titis sudah berlangsung hampir enam bulan. Awalnya hanya berupa benjolan kecil di bagian mata, namun seiring waktu terus membesar hingga menutupi sebagian wajah sebelah kanan.

Suami korban, Muhdin, mengatakan bahwa kondisi istrinya kini semakin memprihatinkan. Selain tumor yang terus berkembang, kondisi fisik Titis juga semakin melemah.

“Awalnya hanya benjolan kecil, tapi sekarang sudah semakin besar. Badan istri saya juga semakin kurus karena penyakit ini,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, pihak keluarga sebenarnya telah berupaya mencari pengobatan. Bahkan, mereka sudah mendatangi RSUD Bima untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit di Mataram. Namun, keterbatasan ekonomi membuat mereka belum bisa melanjutkan pengobatan tersebut.

“Beberapa hari lalu kami sudah ambil rujukan ke Mataram, tapi sampai sekarang belum berangkat karena tidak ada biaya,” jelasnya.

Diagnosis dari dokter RSUD Bima menyebutkan bahwa penyakit yang diderita Titis merupakan tumor ganas yang membutuhkan penanganan medis lanjutan sesegera mungkin.

Kondisi ini membuat keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, agar Titis bisa segera dirujuk dan mendapatkan perawatan yang layak di rumah sakit yang lebih lengkap.

“Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah, supaya istri saya bisa segera diobati,” harap Muhdin.

Kisah ini menjadi potret nyata masih adanya warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat keterbatasan biaya, sehingga membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

#OB.003#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *