BIMA.OBORBIMA.ID – Insiden dugaan keracunan makanan terjadi di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (4/4/2026). Puluhan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari siswa, balita, hingga lansia dan ibu hamil. Mereka mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, serta kondisi tubuh yang melemah dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Wera, Siti Rahma, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya menerima banyak pasien dengan keluhan serupa dalam waktu hampir bersamaan.
“Kami menerima puluhan pasien dengan gejala yang mengarah pada keracunan makanan. Saat ini mereka sedang ditangani oleh tim medis,” ungkapnya.
Menurutnya, penanganan dilakukan secara cepat dengan memberikan terapi sesuai kondisi pasien, termasuk pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi akibat muntah dan diare.
Hingga kini, belum ada laporan korban meninggal dunia. Namun, pihak puskesmas masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien serta mendata jumlah korban secara pasti.
Di sisi lain, pihak terkait tengah melakukan penelusuran terhadap sumber makanan yang dikonsumsi warga. Dugaan sementara mengarah pada menu dalam program MBG, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
