Kabupaten Bima Terus Membangun Desa Wisata dan Tetap Optimis 24 Desa Wisata Masuk Jejaring Menparekraf RI

Sosial & Budaya86 Dilihat

BIMA,OBORbima – Koordinator Teknis Desa Kabupaten Bima Sirajuddin, SST. Par,MT.Par,M.Sc Par berharap kepada Kades, Pengurus Desa Wisata dan Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Bima terus membangun desa Wisatanya dan tetap Optimis, bahwa 24 Desa Wisata yang telah masuk jejaring Kementerian Pariwisata dan Ekonomi, Dispar NTB serta Lembaga Jadesta akan Jaya pada Waktunya.

Kata dia, hasil Pengumuman Desa Wisata dalam lomba ADWI 2021 bukan tujuan utama kita saat lomba, tetapi bagaimana identitas Desa Wisata kita lebih dikenal di tingkat nasional. Dan itu terwujud dibuktikan dengan, bahwa 24 Desa Wisata Kabupaten Bima masuk dalam registrasi 1831 Desa wisata Kementerian Pariwisata dan masuk dalam database Jaringan Desa Wisata Indonesia.

“Ini berarti Desa Wisata bapak dan ibu layak menjadi bagian tujuan wisata Indonesia dimasa yang akan datang. Desa wisata bapak dan ibu pun akan semakin terkenal dan memiliki nilai ekonomi untuk mengangkat pendapatan desa, peningkatan lapangan kerja di desa dengan warung kopi, kuliner desa, kerajinan desa, paket wisata desa, bisnis desa wisata, festival wisata desa dan anak-anak muda makin kreatif dan makin semangat tetap tinggal di desa,” katanya.

Ia mengakatan, Desa wisata bapak dan ibu akan mampu menghidupkan seni budaya dan serta tradisi local untuk menjadi aset wisata. Maka bapak dan ibu terus kembangkan desa wisata dan wisata-wisata di desa. Kita baru 1-3 tahun efektif bergerak di pariwisata desa, kita yakin dan optimis desa wisata bapak dan ibu akan berkibar dan menjadi papan atas desa wisata NTB bahkan Indonesia, jika bapak dan fokus, sabar dan terus kolaborasi dan konsolidasi dengan semua pihak.

“Kita punya potensi besar dan sejajar dengan desa dan daerah lain, yang menjadi permasalahan kita peta wisata dan branding belum sekuat desa-desa lainnya di Indonesia menjadi desa wisata. Hal lain adalah kita harus membangun jaringan tidak hanya oleh Dispar, Kades, tapi masyarakat desa kita ikut cerita-cerita kalau didesanya sudah banyak wisata,”imbuhnya.

Dan pengurus Desa wisata, pengurus Kelompok Sadar Wisata, Karang Taruna dan ibu-ibu PKK dan lembaga lain di desa, bersama mewujudkan desa kita menjadi desa wisata dengan menggali semua potensi dan sumberdaya yang ada di desa. Mengikuti lomba Anugrah Desa Wisata (ADWI) Desa Wisata kita paling tidak ada 6 keuntungan yang membuat kita bangga dan tetap bersyukur dan tetap punya semangat membangun desa wisata dan pariwisata desa kita sebagai, Desa wisata sudah masuk dalam Jaringan Desa Wisata Indonesia (Jadesta), Program Kemenparekraf RI yang terus memantau perkembangan desa wisata kita dalam keanggotaan Jadesta, sehingga kita akan mendapat berbagai informasi dan peluang-peluang dalam pengembangan pariwisata desa.

Lalu, Desa kita telah dikenal karena telah mengikuti lomba ajang nasional dan bergengsi dan menjadi cita-cita semua desa untuk ikut serta buktinya adalah 1831desa yang ikut dan desa kita adalah bagian dari kompetisi ini.

Desa kita akan mendapat sertifikat Desa wisata yang diakui pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten Bima langsung dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif RI, sebagai penghargaan dan pengakuan hukum bahwa kita adalah salah satu desa wisata Indonesia dan memiliki legal formal dari Pemerintah untuk melaksanakan program, anggaran pengembangan dan lain-lain yang berkaitan dengan desa wisata.

Selanjutnya, Desa kita dari tidak msuk database Kementerian, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bima sekarang secara masuk dalam database pengembangan desa wisata Indonesia
Desa kita dari tidak memiki data, potensi wisata dan SDM pariwisata. Berkat mengikuti lomba ADWI semua saat ini terdata dengan baik mulai Potensi, foto, video, Ig, channel YouTube, fb, SK desa wisata, pengurus Desa wisata dll.

“Dan Insya Allah, Desa wisata makin di kenal di Indonesia,” pungkasnya.

*OB.009*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *