Penghujung 2019, Lawata Semakin Jadi Idola

Sosial & Budaya80 Dilihat
KOTA BIMA,OBORbima – Pantai Lawata, Destinasi wisata yang menjadi idola baru dikalangan masyarakat Kota maupun Kabupaten Bima ini semakin bersolek menarik pengunjung untuk datang sekedar bercengkerama dengan teman, sanak dan keluarga. 
Siapa yang tidak tahu Lawata? Pantai yang merupakan salah satu pantai menghadap langsung ke Teluk Bima dan dari kejauhan terlihat pegunungan atau dataran tinggi Donggo. Letaknya yang berada di pinggir jalan pintu masuk Kota Bima membuat pantai yang satu ini mudah untuk dikunjungi.
Pantai ini merupakan pantai yang legendaris di daerah Bima karena sudah menjadi tempat wisata sejak tahun 1961 yakni sejak zaman Ncuhi. Asal nama Lawata diambil dari kata “Lawang Ita” yang merupakan percampuran bahasa Jawa dan Bima. Kata “lawang ita” ini ejaannya kemudian mulai berubah dalam pelafalannya menjadi Lawata.
Beberapa bulan terakhir ini penataan terus dilaksanakan untuk mengubah wajah pantai Lawata yang menjadi salah satu destinasi wisata Idola di Kota Bima. Berbagai pembenahan untuk menambah kenyamanan para pengunjung Pantai Lawata Kota Bima. 
Segala persiapan ini menunjukkan komitmen tinggi dari Pemerintah Kota Bima dibawah kepemimpinan Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE dan Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH, untuk mendorong laju pariwisata melalui Dinas Pariwisata Kota Bima.
“Kita tidak hanya melakukan pembenahan di pantai Lawata, destinasi lainnya juga nanti akan kita benahi satu per satu”, ujar Walikota. 
Pariwisata merupakan salah satu lokomotif perekonomian yang bisa diharapkan di Kota Bima. Ini tentunya harus dimanfaatkan secara serius,” ucap Walikota.
Falsafah Lawata yang berarti “Pintu Masuk” memiliki nilai filosofi yang sangat tinggi, ada kearifan lokal yang bisa kita kembangkan untuk mendongkrak nilai jual Lawata sebagai potensi pariwisata yang dimiliki Kota Bima. 
Lawata kini memiliki area bermain anak, gajebo  berbentuk “Uma Lengge” yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Adapula Kantor Tourism Center sebagai pusat informasi para wisatawan pengunjung.
Tak hanya itu, kata dia, beberapa fasilitas-fasilitas  penunjang lainnya seperti JetSky, Flying Fox, Banana Boot sedang dipersiapkan.
Ke depannya, akan ada  Lawata Story dan Religi, Meeting Room, Selfi Spot, Swimming Pool serta Lapangan Volly Pantai skala internasional yang juga menjadi bagian dari perencanaan pengembangan.
Walikota Bima berharap nantinya berbagai event bisa dipusatkan pelaksanaannya di Lawata sebagai wadah pengembangan potensi dan kreasi generasi juga sebagai daya tarik lain pengunjung, yang nantinya juga akan berimbas pada meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD).
Selain pantai Lawata, Pemerintah Kota Bima akan memoles kawasan pantai Kolo agar menjadi indah. Tahun 2020 akan dialokasikan anggaran untuk penataannya. Sehingga Kota Bima bisa menjadi Kota transit wisata.
Didaerah yang memang penyangga Kota Bima menjadi ujung tombak, seperti daerah wilayah timur. Apalagi Labuan Bajo yang merupakan tetangga Kota Bima sangat mengharapkan Kota Bima menjadi Kota transit.  
“Kota Bima diharapkan jadi Kota transit. Wisatawan yang ke Labuan Bajo diharapkan nginap di Kota Bima satu atau dua hari, maka dari itu kita poles perindah pantai Lawata ini agar diminati para wisatwan. Begitu pun di pantai Kolo,” pungkasnya.
=OB.006=

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *